Hj Siti Fatimah adalah putri kelahiran Sekayu, Musi Banyuasin dimana beliau adalah seorang guru yang tugasnya mendidik putra putri Indonesia di zaman penjajahan Belanda.

Beliau menikah dengan seorang pejuang kemerdekaan HM Noerdin Pandji yg bertugas memimpin Batalyon tempur di wilayah Lampung, berjuang melawan agresi Belanda setelah Indonesia merdeka.

Beliau dalam masa perjuangan tersebut membantu tugas sang suami dengan menjadi kepala Dapur Umum dan ikut membantu merawat para pejuang yang terluka di medan perang.

Karena keadaan semakin genting, mereka berdua memutuskan untuk berpisah dan Ibu Tim (panggilan kesayangan beliau) terpaksa hijrah, mengungsi dengan berjalan kaki dari Lampung ke Palembang dengan membawa kedua putrinya yang masih kecil. Perjalanan hijrah tersebut sangatlah berat, melintasi hutan, bukit dan rawa-rawa selama 24 hari.

Hingga akhir hayatnya nenenda Hj Siti Fatimah tidak pernah menyerah dalam perjuangan, berjuang membentuk keluarga yang baik hingga berjuang melawan penyakit yang dideritanya pasca perang kemerdekaan.

Semoga RSUD Provinsi Sumsel, yang mendapat kehormatan menyandang nama beliau, menjadi simbol untuk berjuang memberikan pelayanan kesehatan terbaik untuk rakyat.

Terima kasih untuk semua pihak yang telah mengikhlaskan nama nenenda kami sebagai nama rumah sakit ini..

 

#Nenenda
#HjSitiFatimah
#RSUDSumsel
#Inspirasi
#DRA